Perbatasan Dibuka, 28 Ribu Pengungsi di Yordania Pulang ke Suriah

Amman – Sekitar 28 ribu warga Suriah telah kembali dari Yordania sejak perbatasan antara kedua negara Arab itu dibuka kembali pada pertengahan Oktober lalu.

Pemerintah Yordania menyatakan pihaknya telah menerima nyaris 1,3 juta pengungsi dari negara tetangganya, Suriah sejak perang pecah di negeri itu pada Maret 2011 lalu.

Pemerintah Yordania telah menghabiskan dana lebih dari US$ 10 miliar untuk menampung para pengungsi Suriah tersebut. Dari jumlah itu, sekitar 650 ribu pengungsi Suriah telah terdaftar di badan PBB di Yordania.

Menurut sumber keamanan Yordania seperti dikutip kantor berita AFP, Selasa (4/12/2018), sejak perbatasan Yordania-Suriah dibuka kembali pada 15 Oktober lalu, sekitar 28 ribu warga Suriah telah kembali ke tanah air mereka secara sukarela.

“Mereka termasuk sekitar 3.400 warga Suriah yang terdaftar sebagai pengungsi di PBB,” imbuhnya.

Dikenal sebagai Jaber di sisi Yordania dan Nassib di sisi Suriah, perbatasan kedua negara itu merupakan rute perdagangan kunci Timur Tengah. Setelah ditutup selama tiga tahun, perbatasan tersebut dibuka kembali pada Oktober lalu.

Pembukaan kembali ini dipandang sebagai keuntungan untuk perekonomian kedua negara. Perbatasan tersebut ditutup ketika para pemberontak yang melawan rezim Suriah, menyerbunya pada April 2015 lalu.
(ita/ita)